JAKARTA - Banjir melanda wilayah Pondok Karya - Jakarta Selatan Minggu dini hari (8/3/26), ketinggian air dilaporkan sudah mencapai lebih kurang 170 cm.
Tim SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan tersebut sejak pukul 02. 00 WIB.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto yang membenarkan bahwa Polda Metro Jaya telah menerjunkan personel di beberapa titik banjir.
"Tim SAR Sat Brimob Polda Metro Jaya kita terjunkan sejak dini hari tadi untuk membantu dan evakuasi warga terdampak baik itu di wilayah Pondok Karya, Perumahan Duren Villa Ciledug dan di Jalan Bangka Jaksel," terang Kombes Budi Hermanto, Minggu (8/3/26).
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menegaskan, Tim SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya untuk evakuasi warga akan terus dilaksanakan hingga kondisi benar - benar aman.
Ia mengatakan, Tim SAR Batalyon A telah mengevakuasi puluhan warga terutama perempuan, anak - anak dan lansia,salah satunya seorang nenek bernama Sulis yang berusia 84 tahun.
Lansia bernama Ibu Sulis (84) dipindahkan dari rumahnya yang terdampak banjir dan diantar menuju kediaman kerabatnya agar dapat beristirahat di tempat yang lebih aman.
"Proses evakuasi dilakukan demi mengamankan warga termasuk nenek Sulis yang rumahnya diterjang banjir, " ujar Kombes Henik Maryanto.
Kombes Henik mengatakan, timnya melakukan pemantauan sambil membantu warga yang terdampak genangan.
"Ketinggian air di dalam perumahan tercatat mencapai 1,7 meter, sedangkan di bagian depan permukiman 1,2 meter," ujarnya.
Selain itu, genangan juga terjadi di Jalan Kapten Tendean dengan ketinggian sekitar 40 cm.
Meskipun demikian, kendaraan dari arah PTIK maupun sebaliknya masih dapat melintas. Personel Brimob Polda Metro Jaya turut mengatur arus lalu lintas agar tetap aman dan lancar.
"Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir," ujar Kombes Henik.
Ia menegaskan, Brimob Polda Metro Jaya terus bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengingat kondisi cuaca di lokasi masih diguyur hujan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 06.00 WIB pada Minggu (8/3), terdapat 48 RT dan 16 ruas jalan yang mengalami banjir.
Ketinggian air mulai dari 20 cm hingga 170 cm. Wilayah yang terdampak, terutama di area Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 48 RT dan 16 Jalan tergenang," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.
Di 16 ruas jalan yang terdampak, ketinggian air berkisar antara 10 cm hingga 120 cm dengan curah hujan tinggi sebagai penyebab utamanya. (*)